Rabu, 30 Juli 2014

Dua Hati yang Bertemu

Aku baru masuk ke jenjang pendidikan SMA. Aku ingin sekali melupakan segala hal yang terjadi di masa SMP. Kenangan itu sangat menyakitkan. Semoga di sekolah ini aku menemukan pendamping hidupku yang baik dan setia.

Kulirik kesana kemari, rasanya tidak ada satupun cowok yang menarik. Mungkin baru hari pertama, nanti juga ada yang datang. Jodoh pasti bertemu.

Pada saat aku pulang sekolah, aku terlalu terburu-buru karena aku masih harus les. Tanpa sengaja aku menyenggol buku yang sedang dibawa oleh seorang gadis cantik ke ruang guru. Aku kaget. 

"Maafkan aku, aku sedang terburu-buru. Mari kubantu," kataku.

"Tidak apa-apa," katanya sambil tersenyum.

Senyumannya membuatku sangat senang dan tenang. Pikiranku kacau sekali saat itu. Setelah membantunya, akupun langsung bergegas menuju tempat les. Bahkan di tempat les pun, aku masih memikirkan kejadian itu.
Bahkan hingga sampai ke rumah.

Ada apa denganku? Mungkinkah aku jatuh cinta dengannya? Semoga saja dia merasakan perasaan yang sama denganku. Besok akan kucari dia. Aku benar-benar tidak dapat tidur malam itu.

Aku datang pagi sekali hari itu. Kutunggu dia di depan gerbang sekolah. Dia datang dan turun dari mobil antar-jemputnya. Aku pun berpura-pura melihat ke arah lain sambil sesekali meliriknya. Lalu kuikuti dia hingga ke kelasnya. Oooo ternyata kelasnya bersebelahan dengan kelasku, pikirku.

Bel tanda masuk pun berbunyi. Saat mengikuti pelajaran, akupun terus memikirkannya. Pikiranku menghayal mengenai berbagai hal yang aneh-aneh, entah itu seperti Superman yang menyelamatkan gadis itu, atau bercanda dengannya, bahkan menikahinya. Otakku benar-benar sudah di luar pelajaran.

To be continued...

Sepasang Sandal

       Seorang anak muda sedang terburu-buru mengejar kereta yang mulai bergerak. Dengan susah payah dia berlari. Akhirnya sampailah ia di depan pintu kereta. Da melompat masuk dibantu oleh dua pemuda lainnya. Namun, salah satu sandalnya terjatuh pada saat ia berusaha naik tadi.

       Lalu apa yang ia lakukan? Ia melempar sandal yang masih melekat di kakinya keluar kereta tepat di sebelah sandal yang terjatuh itu. Pemuda yang lain bingung dan bertanya, "Mengapa anda melemparnya?"

       Anak muda itu berkata, "Untuk apa kusimpan sandal yang hanya tinggal satu ini? Alangkah baiknya kutinggalkan sepasang sandal di tempat itu supaya ketika ada orang yang menemukannya, ia masih dapat menggunakannya."